Sekadar Renungan dan Panduan Hati

Firman Allah s.w.t:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.” Al-Hujuraat ayat 12

Rasullullah s.a.w. bersabda :


“Wahai golongan orang-orang yang telah beriman lidahnya, tetapi belum beriman pula hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum Muslimin dan jangan pula mengintip-intip keaiban-keaibannya. Sebab barangsiapa yang mengintip keaiban saudaranya, niscaya Allah akan mengintip keaibannya, dan siapa yang Allah mengintip keaibannya, nescaya Dia akan mendedahkannya, meskipun ia berada di tengah-tengah rumahnya.”


Rasulullah s.a.w. bersabda :


“Setiap orang Muslim atas Muslim yang lain haram darahnya (tidak boleh membunuhnya tanpa hak), haram hartanya (tidak boleh merampasnya) dan haram kehormatannya (tidak boleh mengumpatnya).”

Cinta Rasul saw dan Pengampunan Dosa

Cinta, kasih dan sayang mempunyai impak yang besar di dalam kehidupan manusia. Cinta dapat merubah kehidupan manusia. Dari pesimis menjadi optimis, dari sedih menjadi bahagia, dan lainnya. Ala kulli hal, cinta dapat menimbulkan getaran gelombang yang dapat merubah kehidupan manusia. Ibnu Arabi membahagikan cinta menjadi: cinta haiwani, cinta insani, dan cinta Ilahi. Cinta haiwani menjadikan manusia berperilaku seperti haiwan. Dengan cinta insani manusia dapat mengakualkan sifat-sifat insaniyahnya. Sementara Cinta Ilahi memiliki tingkat yang tertinggi. Getaran gelombang cinta inilah yang dapat menghapuskan dosa-dosa kita, dan mengjuruskan kita pada kebahagiaan yang sejati.

Allah swt berfirman:

“Katakanlah: Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali-Imran: 31)

Cinta Ilahi disyaratkan harus mengikuti tapak-tilas suci Rasulullah saw. Dan itu tak akan terjadi tanpa cinta kepada Rasulullah saw. Kerana gelombang cinta itulah yang mengerakkan kita untuk mengikuti jejaknya. Cinta kepada Rasulullah saw merupakan getaran dalam hati, dan mengikuti jejaknya merupakan refleksi cinta. Jadi, getaran gelombang cinta Rasul saw itulah yang menghapuskan dosa-dosa kita. Dengan kata lain, getaran gelombang cinta itulah yang merobek tirai-tiran hitam dalam hati kita.

Dengan tersingkapnya tirai-tirai hitam itu, maka cahaya rahmat Allah swt dapat menembus dan memasuki hati kita sehingga kita merasakan indahnya kebahagiaan yang sejati.Dengan narasi yang sangat indah Imam Ali Zainal Abidin (sa) mengajarkan doa cinta kepada kita:

"Dengan Asma-Mu Yang Mahakasih dan Mahasayang Aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu. Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu. Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu. Jadikan kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu. Anugerahkan padaku memandang-Mu. Tataplah diriku dengan tatapan kasih sayang. Jangan palingkan wajah-Mu dariku. Jadikan aku di antara penerima anugerah dan kurnia-Mu wahai Pemberi Ijabah ya Arhamar rahimin".

Sumber : http://idhamlim.blogspot.com/2009/08/cinta-rasul-saw-dan-pengampunan-dosa.html

Tiada ulasan: